PENINGKATAN PENGETAHUAN TERKAIT PERTOLONGAN PERTAMA (FIRST AID) DI DESA TANJUNGSARI
DOI:
https://doi.org/10.68321/svj1mh56Keywords:
workshop, first aid, edukasi kesehatan, KKM, kesiapsiagaan masyarakatAbstract
Pertolongan pertama (First Aid) merupakan suatu tindakan awal yang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat untuk menangani kondisi cedera atau gawat darurat sebelum korban mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut. Berdasarkan hasil observasi di Desa Tanjungsari, sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan dan pemahaman terkait cara memberikan pertolongan pertama secara benar. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Kelompok KKM 53 Universitas Bina Bangsa menyelenggarakan Workshop Pertolongan Pertama (First Aid) di Aula Desa Tanjungsari dengan tujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Kegiatan ini menggunakan metode kombinasi penyampaian materi, diskusi, dan simulasi praktik langsung mengenai cara menangani luka, cara menghentikan pendarahan, serta penanganan korban pingsan, dengan pemateri dari PMI Kabupaten Serang. Hasil kegiatan yang diselenggarakan ini menunjukan bahwa sebelum workshop, masyarakat cenderung ragu memberikan pertolongan karena takut melakukan kesalahan, namun setelah mengikuti workshop dan mendapatkan materi serta praktik langsung, mereka menjadi lebih paham dalam bertindak untuk memberikan pertolongan pertama. Temuan ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik lansgung merupakan metode efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat di Desa Tanjungsari. Secara keseluruhan, Workshop First Aid ini terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat Desa Tanjungsari dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman, sehingga dapat meminimalkan risiko komplikasi maupun kematian akibat keterlambatan penanganan pada situasi darurat.
References
[1] K. Masyarakat, D. I. Kampung, and I. Distrik, “Pengaruh Pelatihan Pertolongan,” vol. 4, no. 2, 2022, [Online]. Available: https://doi.org/10.55606/pkmsisthana.v4i2.151
[2] F. Keperawatan et al., “DEDIKASI SAINTEK: Jurnal Pengabdian Masyarakat,” vol. 3, no. 2, pp. 185–198, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.58545/djpm.v3i2.288
[3] D. Trifianingsih et al., “Sosialisasi Penanganan Pertama Luka Bakar di Rumah bagi Masyarakat Banjarmasin Socialization of First Aid Home Treatment for Burns in Banjarmasin Community,” vol. 9, no. 3, pp. 577–584, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v9i3.6138
[4] B. Mulyana et al., “Pemberdayaan Siswa SMAN 12 Kabupaten Tangerang Melalui Pelatihan Kegawatdaruratan dalam Upaya Meningkatkan Kesiapan Menghadapi Situasi Gawat Darurat Sehari-hari,” vol. 4, no. 1, pp. 113–124, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.54082/jamsi.1035
[5] N. Kkn, D. I. Desa, and S. Kabupaten, “PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA,” vol. 3, no. 3, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.56910/safari.v3i3.722
[6] K. Luka, B. Di, and L. Rumah, “PROGRAM PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWATAN LUKA BAKAR DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA,” vol. 6, pp. 212–218, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i1.8101
[7] I. P. Zuanny, V. Nova, and R. Naila, “Kesiapsiagaan Bencana pada Mahasiswa di Organisasi Kemahasiswaan melalui Pelatihan Pertolongan Pertama Psikologis ( Psychological First Aid ) Improving Disaster Preparedness of Student Organization through Psychological First Aid Training,” vol. 10, no. 2, pp. 134–142, 2024, doi: 10.22146/gamajpp.88283.
[8] D. Nurhamsyah, S. Ulfah, T. Hernawaty, and N. Maziyya, “COMMUNITY HEALTH,” 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.46576/rjpkm.v5i2.4332
[9] N. E. Rosuliana, S. Februanti, D. Mariani, and A. Cahyati, “Abdimas Galuh OPTIMIZING THE IMPROVEMENT OF KNOWLEDGE AND SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN ABOUT FIRST AID IN ACCIDENTS ( P3K ) BASED ON AUDIOVISUAL MEDIA,” vol. 5, pp. 585–593, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.25157/ag.v5i1.9933
[10] B. L. Support, “Pelatihan dan Pendampingan Pelaksanaan Basic Life Support ( BLS ) Training and Implementation Assistance Basic Life Support ( BLS ),” vol. 5, no. 4, pp. 757–768, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.36312/sasambo.v5i4.1511
[11] I. Online, V. O. L. N. O. Oktober, P. R. A. Sekolah, D. I. Ra, and A. Bangsa, “PERTOLONGAN PERTAMA PENANGANAN TERSEDAK PADA ANAK PRA SEKOLAH DI RA ANAK BANGSA,” vol. 4, pp. 1–4, 2022, [Online]. Available: https://doi.org/10.34012/mitra_prima.v5i1.3576
[12] P. Kesehatan, P. Negeri, R. Dora, and C. Dewi, “Pelatihan dan Edukasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat ( PPGD ) bagi Masyarakat Awam,” vol. 5, no. 3, pp. 257–265, 2025, doi: 10.59395/altifani.v5i3.704.
[13] N. R. Muchtar, H. N. Bayhaqi, and M. H. Sidqi, “Edukasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat ( PPGD ) Sebagai Penguat Keterampilan Pada Siswa SMP,” vol. 2, no. 4, 2024.
[14] U. Peningkatan et al., “Pelatihan Basic Trauma And Cardiac Life Support ( BTCLS ) sebagai,” vol. 05, no. 02, pp. 1–6, 2025.
[15] M. J. Manik, B. A. Saputra, W. Sapta, H. Zega, F. Rumambi, and H. Pailak, “EDUKASI DAN PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA ( first aid ) DI SEKOLAH DIAN HARAPAN LIPPO KARAWACI ( SMP-SMA ), KARAWACI-TANGERANG,” vol. 5, pp. 1–9, 2022, [Online]. Available: https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v5i0.1470
