Pemanfaatan Donasi Buku sebagai Upaya Meningkatkan Budaya Membaca Anak di Desa Cimanuk Kabupaten Pandeglang
DOI:
https://doi.org/10.68321/a6nbzv31Keywords:
donasi buku, budaya membaca, literasi anak, Desa Cimanuk.Abstract
Budaya membaca merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan literasi anak sejak usia sekolah dasar. Namun, keterbatasan ketersediaan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik masih menjadi tantangan di beberapa sekolah, termasuk di Desa Cimanuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan budaya membaca anak melalui program donasi buku. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan buku dari para donatur, seleksi dan pengelompokan buku berdasarkan jenjang pendidikan, serta pendistribusian kepada sekolah sasaran. Sebanyak 200 buku berhasil dihimpun dan dibagikan kepada tiga sekolah di Desa Cimanuk sebagai upaya memperkaya koleksi bacaan yang tersedia. Pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan buku yang diberikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program donasi buku mendapat respons positif dari guru dan siswa. Penambahan koleksi bacaan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengakses berbagai jenis buku, meningkatkan minat membaca, serta mendorong pemanfaatan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat. Selain itu, program ini memperkuat kepedulian sekolah terhadap pentingnya penyediaan bahan bacaan sebagai bagian dari penguatan budaya literasi. Dengan demikian, program donasi buku dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam mendukung gerakan literasi sekolah serta menumbuhkan budaya membaca anak di Desa Cimanuk secara berkelanjutan.
References
[1] N. H. Nasir, Sayidiman, and Hartoto, “The Correlation between Interest in Reading and Use of School Libraries with Learning Outcomes of Elementary School Students in Gowa Regency,” Pinisi J. Educ., vol. 4, no. 4, pp. 211–224, 2024, [Online]. Available: https://journal.unm.ac.id/index.php/PJE/article/view/3466
[2] A. Hamzah, W. Tasya, A. Rusdi, K. Krisetyaningsih, and T. Tastin, “Implementation of School Literacy Movement to Enhance Reading Interest of Students in South Sumatra,” Al-Bidayah J. Pendidik. Dasar Islam, vol. 15, no. 1, 2023, doi: 10.14421/albidayah.v15i1.1031.
[3] Prihantini and H. M. Fauziyyah, “Survey of Reading Interest of Elementary School Students Towards Picture Story Books: Recommend the Role of School Libraries in Providing Book Collections,” J. Educ. Res., vol. 4, no. 4, pp. 2267–2280, 2023, doi: 10.37985/jer.v4i4.612.
[4] A. Kartini and I. Hermansah, “Gerakan Literasi Sekolah Dengan Model MLM Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa,” J. Pendidik. Dasar Nusant., vol. 6, no. 2, pp. 83–93, 2021, doi: 10.29407/jpdn.v6i2.14534.
[5] L. Maryanah and L. Maknun, “School Literacy Movement to Increase Interest in Reading for Elementary School Students,” J. Inov. Pendidik. Dasar, vol. 8, no. 2, pp. 21–29, 2023, doi: 10.22236/jipd.v8i2.10528.
[6] H. W. Dewani, W. Sukartiningsih, H. Hendratno, and S. Suryanti, “Exploring Reading Interest and Reading Literacy of Indonesian Language in Elementary School Students: A Correlation Study,” Int. J. Lang. Educ., vol. 8, no. 4, 2024, doi: 10.26858/ijole.v8i4.70003.
[7] L. Retnasari, D. Setyaningrum, and D. Prasetyo, “Culture of the School Literacy Movement (GLS) for Students in Elementary Schools to Realize the 2045 Golden Generation,” J. Kependidikan J. Has. Penelit. dan Kaji. Kepustakaan di Bid. Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran, vol. 8, no. 1, 2022, doi: 10.33394/jk.v8i1.4448.
[8] N. Endiyani, “Implementation of School Literacy Movement through Cultivating Reading Interests,” Elem. Educ. J., vol. 4, no. 1, pp. 25–30, 2024, doi: 10.53088/eej.v4i1.1751.
[9] I. Wahab and N. Amaliyah, “The Implementation of School Literacy Movement by Using Storybook in Elementary School,” Int. J. Elem. Educ., vol. 5, no. 3, pp. 393–400, 2021, doi: 10.23887/ijee.v5i3.36727.
[10] S. H. Wijayanti, J. T. Baskoro, M. T. Warmiyanti D.W, M. T. Manalu, and L. N. Cita, “The School Literacy Movement in Elementary School: From Pre-Pandemic to Post-Pandemic Covid-19,” QALAMUNA J. Pendidikan, Sos. dan Agama, vol. 15, no. 1, pp. 189–202, 2023, doi: 10.37680/qalamuna.v15i1.2388.
[11] S. Marmoah, J. I. S. Poerwanti, and Suharno, “Literacy Culture Management of Elementary School in Indonesia,” Heliyon, vol. 8, no. 4, pp. e09315–e09315, 2022, doi: 10.1016/j.heliyon.2022.e09315.
[12] N. A. Sari, D. W. Rahayu, S. Kasiyun, and S. Ghufron, “Implementation of the School Literacy Movement in Fostering Reading Interest in Elementary School Students,” J. Sekol. Dasar, vol. 7, no. 2, pp. 118–129, 2022, doi: 10.36805/jurnalsekolahdasar.v7i2.2120.
[13] F. Juliansyah and D. Rukmana, “The Effect of the Reading Corner Program on Increasing Reading Interest,” J. Cakrawala Pendas, vol. 8, no. 3, pp. 798–809, 2022, doi: 10.31949/jcp.v8i3.2633.
[14] M. Arafik, H. Kartini, A. P. Putra, R. T. Wulandari, and A. Nurabadi, “The Implementation of School Literacy Movement for Children in Elementary School BT - Proceedings of the 2nd Early Childhood and Primary Childhood Education (ECPE 2020),” in Advances in Social Science, Education and Humanities Research, Atlantis Press, 2020, pp. 279–286. doi: 10.2991/assehr.k.201112.050.
[15] F. Dafit and Z. H. Ramadan, “Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 4, no. 4, pp. 1429–1437, 2020, doi: 10.31004/basicedu.v4i4.585.
