Pembuatan Taman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Mandiri Masyarakat Desa Waliwis

Authors

  • Syam Ainun Fidiah Univesitas bina bangsa Author
  • Andi Hasryningsih Asfar Universitas bina bangsa Author
  • Muhammad Ridho Universitas bina bangsa Author
  • Vannesha Putri Gumay Universitas bina bangsa Author
  • Dea Aulia Rahma Universitas bina bangsa Author
  • Daif Hibabullah Universitas bina bangsa Author
  • Dandy Putra Ramadhan Universitas bina bangsa Author

DOI:

https://doi.org/10.68321/7pkrxs37

Keywords:

Taman Obat Keluarga; TOGA; Kesehatan Mandiri; Edukasi Masyarakat; Desa Waliwis

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap manfaat tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai alternatif pengobatan mandiri masih perlu ditingkatkan, khususnya di wilayah pedesaan. Program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 98 Universitas Bina Bangsa ini bertujuan membangun taman obat keluarga di Desa Waliwis, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, sebagai sarana edukasi dan sumber tanaman obat yang mudah diakses warga. Metode pelaksanaan meliputi survei lahan, pemilihan jenis tanaman obat yang sesuai kondisi desa, penanaman, serta edukasi kepada warga mengenai manfaat dan cara pengolahan tanaman obat menjadi ramuan siap konsumsi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya taman TOGA yang tertata di lahan desa, serta meningkatnya pemahaman warga mengenai jenis dan manfaat tanaman obat keluarga. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa pembuatan taman TOGA dapat menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kemandirian kesehatan masyarakat Desa Waliwis melalui pemanfaatan tanaman obat di sekitar lingkungan mereka.

References

[1] D. A. Kusumo, N. Hidayati, and E. Prasetyo, “Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Desa,” Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, vol. 17, no. 1, pp. 33–40, 2022.

[2] D. N. Fadhilah, S. Suharyanisa, J. K. Marpaung, and J. Susanti, “Sosialisasi Tentang Pentingnya Penanaman Tanaman Obat Untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan,” Natural Journal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat, vol. 1, no. 4, pp. 26–32, 2023.

[3] L. Azkiyah, A. D. Pamujiati, E. Y. Sidhi, A. H. H. Slamet, and K. W. M. Utomo, “Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Bahan Minuman Instan Penambah Imunitas,”

JATIMAS: Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 58–67, 2023.

[4] D. Sahila, T. I. Wahyuni, and Z. Arifin, “Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Guna Meningkatkan Upaya Kesehatan Mandiri Warga di Dusun Sangiang Desa Kumbang Kecamatan Masbagik Lombok Timur,” Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, vol. 6, no. 2, pp. 141–143, 2023.

[5] L. Agustina et al., “Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Salah Satu Usaha Pemberdayaan Siswa dalam Menumbuhkan Kepedulian Kesehatan Keluarga,” vol. 20, pp. 126–131, 2023.

[6] L. O. Sabarudin, “Pembuatan dan Penanaman Tanaman Obat Keluarga di Desa Leppe Kecamatan Soropia,” Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi, vol. 1, pp. 12–19, 2023, doi: 10.33772/mosiraha.v1i1.9.

[7] S. F. Cokropranoto et al., “Gerakan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Kemandirian Kesehatan Masyarakat,” Jurnal Abdimas Indonesia, vol. 6, no. 2, pp. 156–161, 2024.

[8] L. O. M. Anwar et al., “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kampung Sempuh, Desa Pasir Gombong,” Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 1, pp. 151–156, 2024.

[9] E. Latifah et al., “Optimalisasi Peran Komunitas Konservasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat,” JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat, vol. 7, no. 1, pp. 232–243, 2024, doi: 10.33474/jipemas.v7i1.20853.

[10] D. W. Purba et al., “Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Desa Hessa Air,” vol. 5, no. 4, pp. 6562–6566, 2024.

[11] A. Y. Ria Dini, “Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanaman TOGA sebagai Upaya Sehat dengan Herbal Asli Indonesia,” Health Care: Journal of Community Service, vol. 2, pp. 45–49, 2024, doi: 10.62354/healthcare.v1i2.11.

[12] A. N. Raniawati et al., “Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Kegiatan Menanam Tanaman Obat Keluarga di Desa Tegalsari Sukoharjo,” vol. 27, no. 1, pp. 90–

101, 2024.

[13] S. Munthe, D. T. Purba, N. A. Hasibuan, J. A. W. Aritonang, and O. A. Ginting, “Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Mandiri Masyarakat Desa Purwodadi,” Maslahah:

Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 6, no. 3, 2025.

[14] P. G. Handayani, W. Musriati, I. Rahmadani, F. Sagita, and M. F. Abrar, “Pengembangan TOGA sebagai Upaya Mewujudkan Kesehatan Mandiri Masyarakat Desa Sidomakmur,” RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua, vol. 3, no. 3, pp. 501–506, 2025, doi: 10.61124/1.renata.233.

[15] A. F. Ceriana et al., “Pemanfaatan Tanaman Toga di Perkarangan Rumah untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh,” Jurnal Abdidas, vol. 3, no. 3, pp. 474–478, 2022, doi: 10.31004/abdidas.v3i3.570.

Downloads

Published

2026-10-13

How to Cite

Pembuatan Taman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Mandiri Masyarakat Desa Waliwis. (2026). Prosiding Senapas, 1(1), 717-723. https://doi.org/10.68321/7pkrxs37

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 124

You may also start an advanced similarity search for this article.