Penguatan Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Program Kebun Ajaib Berbasis Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Desa Pasuluhan

Authors

  • Amanda Deliana Rahayu Universitas Bina Bangsa Author
  • Nur Sella Agustin Universitas Bina Bangsa Author
  • Nadya Afriza Putri Ariyanik Universitas Bina Bangsa Author
  • Adam Al Bani Universitas Bina Bangsa Author
  • Rizki Sabiludin Universitas Bina Bangsa Author
  • Minhatul Ma’arif Universitas Bina Bangsa Author
  • Inayatul Izzati Diana Yusuf Universitas Bina Bangsa Author

DOI:

https://doi.org/10.68321/0ps5ft82

Keywords:

Program Kebun Ajaib; Tanaman Obat Keluarga (TOGA); SDG 3; kemandirian kesehatan masyarakat.

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goal (SDG) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut adalah mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai media budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Selain menyediakan bahan herbal yang mudah diakses, pemanfaatan pekarangan juga berperan dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga. Namun, di Desa Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, sebagian besar pekarangan rumah masih belum dimanfaatkan secara optimal akibat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, jenis, dan teknik budidaya tanaman obat. Kondisi tersebut menyebabkan potensi sumber daya lokal belum mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kesehatan keluarga. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dilaksanakan Program Kebun Ajaib, yaitu program pemberdayaan masyarakat yang mengubah pekarangan rumah menjadi Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan edukasi dan penanaman TOGA, serta evaluasi dan refleksi bersama masyarakat. Program melibatkan 19 warga dengan dukungan Pemerintah Desa Pasuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya Program Kebun Ajaib pada 10 pekarangan rumah warga dengan penanaman tujuh jenis tanaman obat, yaitu kumis kucing (Orthosiphon aristatus), jahe (Zingiber officinale), jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), kunyit (Curcuma longa), lengkuas (Alpinia galanga), serai (Cymbopogon citratus), dan kencur (Kaempferia galanga). Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat, mengoptimalkan pekarangan rumah menjadi kebun herbal keluarga, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, Program Kebun Ajaib menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang efektif dalam memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

 

References

[1] M. Jannah, M. Melviani, and S. Sarkiah, “Faktor yang berhubungan dengan penggunaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Pagatan Kecamatan Kusan Hilir,” Jurnal Surya Medika, vol. 7, no. 2, pp. 142–146, 2022.

[2] M. Mu’arifuddin, M. A. Z. Nasucha, R. P. Harmita, N. Fitri, M. A. P. As Syifa, and M. Ferdiansyah, “Gerakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya pemberdayaan pekarangan rumah,” Jurnal Bina Desa, vol. 6, no. 2, 2024.

[3] S. B. Santoso, H. Lutfiyati, and T. M. Kusuma, “Pemberdayaan potensi masyarakat melalui pengelolaan kebun tanaman obat keluarga,” Community Empowerment, vol. 6, no. 3, pp. 391–397, 2021.

[4] A. E. Azhar, M. Safruddin, W. Widyastuti, Y. Nurchollifah, and A. Syarifuddin, “Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi produk inovatif di Dusun Tempursari 1, Tempursari, Candimulyo, Magelang,” Community Empowerment, vol. 6, no. 4, pp. 520–523, 2021, doi: 10.31603/ce.4349.

[5] N. Sari and T. C. Andjasmara, “Penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mewujudkan masyarakat sehat,” Jurnal Bina Desa, vol. 5, no. 1, pp. 124–128, 2023, doi: 10.15294/jbd.v5i1.41484.

[6] M. Iqbal, E. Basuno, and G. S. Budhi, “Esensi dan urgensi kaji tindak partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat perdesaan berbasis sumberdaya pertanian,” *Forum Penelitian Agro Ekonomi*, vol. 25, no. 2, pp. 73–88, 2007.

[7] D. F. Leswara, Mufrod, and K. S. I. Kurniasih, “Pemberdayaan ibu rumah tangga dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA),” Journal of Innovation in Community Empowerment, vol. 6, no. 1, pp. 41–46, 2024.

[8] M. Hazin, A. C. Setiawan, and N. W. D. Rahmawati, “Pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan sentra tanaman obat keluarga (TOGA) dengan model ABCD di Desa Jemundo,” *TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 3, no. 2, pp. 27–35, 2024.

[9] S. Rif’ah and A. N. Ilma, “Jagung Betiring pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan metode Participatory Action Research (PAR),” Participatory: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 1, no. 2, pp. 95–107, 2022.

[10] L. O. M. Anwar et al., “Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di Kampung Sempuh, Desa Pasir Gombong, Kabupaten Bekasi,” Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 1, pp. 151–156, 2024.

Downloads

Published

2026-10-13

How to Cite

Penguatan Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Program Kebun Ajaib Berbasis Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Desa Pasuluhan. (2026). Prosiding Senapas, 1(1), 756-762. https://doi.org/10.68321/0ps5ft82

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

21-30 of 122

You may also start an advanced similarity search for this article.