Pemanfaatan Limbah Daun Pisang Kering (Klaras) sebagai Pewarna Alami dan Penguat Tekstur pada Makanan Tradisional Ireng-Ireng di Kampung Combong, Kelurahan Kepuh, Ciwandan, Banten

Penulis

  • Arisandi Pramana Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Aninda Nurfaridah Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Ibnu Mubaraq Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Fitri Ramadhani Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Putri Amaliah Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Dewi Safitri Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Yogi Irawan Pratama Universitas Bina Bangsa Penulis

DOI:

https://doi.org/10.68321/cxkwye06

Kata Kunci:

klaras; pewarna alami; tekstur; ireng-ireng; limbah pertanian

Abstrak

Daun pisang kering, atau “klaras,” merupakan produk sampingan pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan, meskipun memiliki potensi besar sebagai pewarna hitam alami dan penambah tekstur dalam makanan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan klaras sebagai pewarna alami dan penambah tekstur dalam produksi ireng-ireng, sebuah camilan tradisional pasar khas Jawa Timur yang terbuat dari tepung tapioka, yang dikembangkan bekerja sama dengan masyarakat di Kampung Combong, Desa Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang dikombinasikan dengan eksperimen sederhana, mencakup tahapan pengumpulan klaras, pengeringan, pembakaran hingga menjadi abu, penggilingan, penyaringan, dan pencampuran ke dalam adonan ireng-ireng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu klaras menghasilkan warna hitam pekat dan merata, meningkatkan kelenturan dan elastisitas adonan, serta memberikan aroma asap yang khas yang memperkuat keaslian produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan limbah klaras dapat menjadi solusi sebagai bahan pewarna alami, aman, sehat, dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung pengelolaan limbah pertanian serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Referensi

[1] V. Nindhita, N. Y. Putri, R. Alfirda, and R. A. Hamdani, “Pemanfaatan Daun Pisang Kering (Klaras) sebagai Pewarna Alami Jajanan Tradisional Ongol-Ongol Vidya,” vol. 1, no. 2, pp. 17–23, 2024, [Online]. Available: https://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/solutif/article/view/115/90

[2] Y. E. Yanti, E. H. Sania, W. Alfilia, T. N. Cholifah, and H. Rasyid, “PEMANFAATAN LIMBAH DAUN PISANG KERING (KLARAS) UNTUK PEWARNA ALAMI JAJANAN TRADISIONAL ONGOL-ONGOL,” vol. 4, no. 2, pp. 107–113, 2025.

[3] B. Santoso, N. F. S. Wangga, M. L. Alifia, and Dhevanda Subiyantoro Putra, “PEMANFAATAN LIMBAH DAUN PISANG KERING (KLARAS) UNTUK PEWARNA ALAMI PADA MAKANAN DI DESA SUKOANYAR KABUPATEN MALANG Budi,” vol. 6, pp. 582–588, 2025.

[4] Nelis Imanningsih, “PROFIL GELATINISASI BEBERAPA FORMULASI TEPUNG-TEPUNGAN UNTUK PENDUGAAN SIFAT PEMASAKAN,” vol. 35, no. 1, pp. 13–22, 2012.

[5] H. Manurung, J. Tampubolon, F. Tindaon, D. Naibaho, and Shanti Desima Simbolon, “Ekstraksi Bunga Telang dan Bawang Dayak Sebagai Pewarna Alami dan Antioksidan Pada Kue Mangkuk,” pp. 91–99, 2025.

[6] D. Meilisa and Dendi Gusnadi, “PEMANFAATAN BUNGA TELANG SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA INOVASI PRODUK SPONGE CAKE UTILIZATION OF BUTTERFLY PEA FLOWER AS A NATURAL COLORANT IN SPONGE CAKE PRODUCT INNOVATION,” vol. 9, no. 1, pp. 29–32, 2024.

[7] D. Putu and A. Karang, “PEMANFAATAN BUNGA TELANG DIBANDINGKAN DAUN PANDAN SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM PROSES PEMBUATAN KELEPON,” vol. 01, no. 10, pp. 2657–2673, 2022.

[8] S. Unawahi, A. Widyasanti, and S. Rahimah, “Pemanfaatan ekstrak bunga telang ( Clitoria ternatea Linn ) sebagai pewarna alami pada minuman bersoda,” vol. 16, no. 2, pp. 263–270, 2022, doi: 10.21107/agrointek.v16i2.13033.

[9] Jamilah, M. Ernita, Ermawati, Fridarti, and Yevendri, “PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT,” vol. 4, no. September, pp. 795–807, 2022.

[10] D. Malik, B. T. Diniat, I. F. N. Alfajri, and D. Andriano, “Pemberdayaan Ekonomi Melalui Pengelolaan Limbah Padi pada UD Karyananjaya Tulungagung,” vol. 3, no. 1, pp. 156–169, 2026.

[11] P. E. Silvarasthia and I. G. N. W. H. Saputra, “Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai Ekonomis di Desa Buduk,” vol. 7, no. 1, pp. 199–205, 2023, doi: 10.30595/jppm.v7i1.10075.

[12] I. Yuliana, W. Indah, F. Ningsih, and M. Sari, “Eksplorasi dan Pengenalan Makanan Khas Jawa dan Sumatra pada Generasi Milenial Melalui Pembelajaran Praktikum Mata Kuliah Dasar Kuliner,” vol. 4, no. 2, pp. 593–599, 2022.

[13] N. Hidayat, S. Fiani, Bunga, and G. Xander, “Pengenalan Kue Klepon Sebagai Warisan Kuliner Nusantara dalam Upaya Pelastarian Budaya di Tengah Masyarakat Kelurahan Selumit Pantai Introduction,” 2025.

[14] U. Rahmawaty and Y. Maharani, “PELESTARIAN BUDAYA INDONESIA MELALUI PEMBANGUNAN”.

[15] M. Ali, “Dinamika Tren Kuliner Asing dan Tantangan Pelestarian Kuliner Tradisional di Indonesia,” vol. 3, no. 3, pp. 137–147, 2025.

Diterbitkan

2026-10-13

Cara Mengutip

Pemanfaatan Limbah Daun Pisang Kering (Klaras) sebagai Pewarna Alami dan Penguat Tekstur pada Makanan Tradisional Ireng-Ireng di Kampung Combong, Kelurahan Kepuh, Ciwandan, Banten. (2026). Prosiding Senapas, 1(1), 858-862. https://doi.org/10.68321/cxkwye06

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1-10 dari 12

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.