SOSIALISASI ANTI-BULLYING DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR AMAN DAN NYAMAN DI SDN RANJENG CIRUAS KABUPATEN SERANG

Penulis

  • Rastia Ningsih Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Rafly Rusmankhadi Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Yurdaniah Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Ibnu Syina Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Muhamad Rafi Ahsano Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Rivana Tri Aulia Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Ovi Alfiah Universitas Bina Bangsa Penulis

DOI:

https://doi.org/10.68321/dyz5xd05

Kata Kunci:

anti-bullying; sekolah dasar; lingkungan belajar aman; pengabdian masyarakat; kesadaran siswa.

Abstrak

Perundungan (bullying) di sekolah dasar dapat mengganggu rasa aman, hubungan sosial, partisipasi, dan proses belajar peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, untuk memperkuat pemahaman siswa tentang bullying dan mendorong interaksi antar teman yang positif. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tahapan koordinasi awal, penyampaian materi interaktif, diskusi, ilustrasi kasus, bermain peran, refleksi dan evaluasi. Materi meliputi pengertian dan karakteristik bullying, bentuk verbal, fisik, relasional, dan digital, dampak terhadap korban dan lingkungan sekolah, respons asertif, tindakan saksi (bystander), serta cara meminta bantuan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab, observasi partisipasi siswa, dan pemeriksaan pengetahuan singkat sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa siswa semakin mampu membedakan bullying dengan permainan atau konflik biasa, mengenali perilaku yang tidak tepat dinormalisasi sebagai candaan, serta menjelaskan langkah praktis untuk merespons secara aman. Kegiatan juga mendorong penguatan nilai empati, saling menghargai, dan dukungan antarteman. Penguatan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru, orang tua, dan siswa diperlukan agar pesan anti-bullying menjadi bagian dari budaya sekolah.

Referensi

[1] UNESCO, “Global Education Monitoring Report 2024: Monitoring SDG 4,” UNESCO, Paris, 2024.

[2] World Health Organization, “Child and adolescent mental and brain health,” WHO, 2024.

[3] D. Fraguas, C. M. Díaz-Caneja, M. Ayora, M. Durán-Cutilla, R. Abregú-Crespo, I. Ezquiaga-Bravo, J. Martín-Babarro, and C. Arango, “Assessment of School Anti-Bullying Interventions: A Meta-analysis of Randomized Clinical Trials,” JAMA Pediatrics, vol. 175, no. 1, pp. 44–55, 2021, doi: 10.1001/jamapediatrics.2020.3541.

[4] Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman,” Jakarta, 2026.

[5] World Health Organization Regional Office for Europe, “A focus on adolescent peer violence and bullying in Europe, central Asia and Canada: Health Behaviour in School-aged Children international report from the 2021/2022 survey, Volume 2,” WHO Regional Office for Europe, Copenhagen, 2024.

[6] H. Gaffney, M. M. Ttofi, and D. P. Farrington, “Effectiveness of school-based programs to reduce bullying perpetration and victimization: An updated systematic review and meta-analysis,” Campbell Systematic Reviews, vol. 17, no. 2, e1143, 2021, doi: 10.1002/cl2.1143.

[7] P. George, J. Cosgrove, J. Taylor, N. Rao, T. Marshall, S. S. Ghose, and N. A. Patel, “Antibullying Interventions in Schools: Assessing the Evidence Base,” Psychiatric Services, vol. 75, no. 9, pp. 908–920, 2024, doi: 10.1176/appi.ps.20230541.

[8] C. Guzman-Holst, M. Zaneva, C. Chessell, C. Creswell, and L. Bowes, “Research Review: Do antibullying interventions reduce internalizing symptoms? A systematic review, meta-analysis, and meta-regression exploring intervention components, moderators, and mechanisms,” Journal of Child Psychology and Psychiatry, vol. 63, no. 12, pp. 1454–1465, 2022, doi: 10.1111/jcpp.13620.

[9] M. Hensums, B. de Mooij, S. C. Kuijper, M. Fekkes, and G. Overbeek, “What Works for Whom in School-Based Anti-bullying Interventions? An Individual Participant Data Meta-analysis,” Prevention Science, vol. 24, no. 8, pp. 1435–1446, 2023, doi: 10.1007/s11121-022-01387-z.

[10] M. Sadjadi, L. Blanchard, R. Brülle, and C. Bonell, “Barriers and facilitators to the implementation of Health-Promoting School programmes targeting bullying and violence: a systematic review,” Health Education Research, vol. 36, no. 5, pp. 581–599, 2022, doi: 10.1093/her/cyab029.

[11] A. D. Muhammad, A. Rizal, E. D. S. Situmorang, L. B. P. P. T. S. Kami, N. F. Muntasir, V. R. Syifa, and M. Al Makky, “‘Stop perundungan, mari kita berteman!’ penyuluhan dan edukasi anti perundungan untuk siswa sekolah dasar,” KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, vol. 6, no. 2, pp. 165–172, 2023, doi: 10.28989/kacanegara.v6i2.1579.

[12] Hidayatullah et al., “Edukasi anti bullying sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bullying: studi kasus di padukuhan Karangpadang,” KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 2025.

[13] J. Francis, N. Strobel, G. Trapp, N. Pearce, S. Vaz, H. Christian, K. Runions, K. Martin, and D. Cross, “How does the school built environment impact students' bullying behaviour? A scoping review,” Social Science & Medicine, vol. 314, p. 115451, 2022, doi: 10.1016/j.socscimed.2022.115451.

[14] World Health Organization, “Preventing violence against children,” WHO, 2026.

[15] World Health Organization, UNESCO, and UNICEF, “School-based violence prevention: A practical handbook,” WHO, Geneva, 2019.

Diterbitkan

2026-10-13

Cara Mengutip

SOSIALISASI ANTI-BULLYING DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR AMAN DAN NYAMAN DI SDN RANJENG CIRUAS KABUPATEN SERANG. (2026). Prosiding Senapas, 1(1), 787-794. https://doi.org/10.68321/dyz5xd05

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1-10 dari 125

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.