Pendokumentasian Kesenian Pencak Silat Melalui Video Dokumenter Untuk Mendukung Pelestarian Budaya Desa Cimanuk
DOI:
https://doi.org/10.68321/6rfn7027Keywords:
video dokumenter, pencak silat, pelestarian budaya, budaya lokal, Desa Cimanuk, Kampung Pasirwaru.Abstract
Kesenian pencak silat merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang memiliki nilai historis, filosofis, dan sosial bagi masyarakat Desa Cimanuk. Di Kampung Pasirwaru RT 12, Desa Cimanuk, kesenian pencak silat masih terus dilestarikan oleh masyarakat melalui kegiatan latihan rutin dan berbagai pertunjukan budaya. Namun, minimnya dokumentasi digital menyebabkan informasi mengenai sejarah, perkembangan, dan nilai-nilai budaya pencak silat belum terdokumentasikan secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendokumentasikan kesenian pencak silat melalui video dokumenter sebagai media pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi dan promosi budaya lokal. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara mendalam dengan pelatih, tokoh masyarakat, dan pelaku seni pencak silat di RT 12 Kampung Pasirwaru, dokumentasi audiovisual, serta proses produksi video dokumenter yang terdiri atas tahap pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa video dokumenter yang dihasilkan berhasil merekam sejarah, proses latihan, nilai-nilai filosofi, serta peran pencak silat dalam kehidupan masyarakat Desa Cimanuk. Video dokumenter tersebut menjadi media informasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah desa, maupun generasi muda sebagai upaya mengenalkan dan melestarikan kesenian tradisional di tengah perkembangan teknologi dan budaya modern. Melalui pendokumentasian ini diharapkan eksistensi kesenian pencak silat di RT 12 Kampung Pasirwaru, Desa Cimanuk tetap terjaga, dikenal oleh masyarakat luas, serta mampu meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga warisan budaya lokal secara berkelanjutan.
References
[1] UNESCO, “Traditions of Pencak Silat,” 2019.
[2] R. Juwandi, “Penguatan Civic Culture Berbasis Nilai Kearifan Lokal Melalui Eksistensi Pencak Silat Sebagai Kebudayaan Daerah,” J. Moral Kemasyarakatan, vol. 7, no. 2, pp. 194–205, 2022.
[3] D. E. Agustinova, “Strategi Pelestarian Benda Cagar Budaya Melalui Digitalisasi,” Istor. J. Pendidik. dan Ilmu Sej., vol. 18, no. 2, 2022.
[4] H. Asyhari and D. A. Nisa, “Perancangan Video Dokumenter sebagai Media Penyampai Pesan Pelestarian Budaya Di Pesisir Desa Gisikcemandi,” Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 4, no. 3, pp. 1887–1898, 2024.
[5] E. Taguriri, T. Komansilan, and A. Mewengkang, “Pengembangan Video Dokumenter Promosi Budaya Desa Jiko Menggunakan Smartphone dan Anamorphic Lens dengan Teknik Pengambilan Wide Angle,” Edutik J. Pendidik. Teknol. Inf. dan Komun., vol. 4, no. 1, pp. 91–102, 2024.
[6] H. Y. Muslihin, O. H. Pranata, W. Nurlaela, and C. Cahyana, “Hambatan dan Tantangan Proses Pelestarian Budaya Lokal dalam Konteks Seni Tradisi Pencak Silat di Tasikmalaya,” Jorpres J. Olahraga Prestasi, vol. 17, no. 2, pp. 99–108, 2021.
[7] J. B. Rachman, S. Adityani, D. Suryadipura, B. P. Utama, S. C. Sutantri, and M. R. Novalini, “Sosialisasi Pelestarian Pencak Silat sebagai Warisan Budaya dan Soft Power Indonesia,” Transform. J. Pengabdi. Masy., vol. 17, no. 2, 2021.
[8] D. Irfan et al., “Revitalizing the Cultural Values of Pencak Silat Kumango through the Digitalization of Local Arts and Culture,” Community Empower., vol. 10, no. 12, pp. 2338–2346, 2025.
[9] S. D. Antropologi, W. Listiani, and S. Rustiyanti, “Media Pembelajaran Artistik Pencak Silat: Analisis Literatur Terbitan Scopus Tahun 2021–2023,” Sebatik, vol. 27, no. 1, 2023.
[10] P. B. Sastrawan and L. P. Spyanawati, “Pencak Silat Bakti Negara sebagai Wadah Pelestarian Budaya Bali Berbasis Tri Hita Karana,” J. PENJAKORA, vol. 10, no. 2, pp. 171–176, 2023.
[11] F. A. Ramadhany and I. B. Y. Sudrajat, “Peran Kebudayaan Pencak Silat pada Masyarakat di Desa Pagerwojo,” Kult. J. Ilmu Hukum, Sos. dan Hum., vol. 2, no. 7, pp. 325–327, 2024.
[12] A. A. P. Satrya, A. Mutmainna, and R. Ilahi, “Pelatihan Pencak Silat di SDN 110 Lura: Upaya Edukasi dan Pelestarian Warisan Budaya Indonesia,” J. Innov. Sustain. Empower., vol. 4, no. 1, pp. 1–7, 2025.
[13] S. N. Ma’rufa, Z. A. Pratiwi, A. D. Wulandari, M. Rafli, H. H., and E. Elmustian, “Tradisi Pertunjukan Calempong Ogoung sebagai Pengiring Pencak Silat di Pulau Belimbing, Kabupaten Kampar,” Kult. J. Ilmu Hukum, Sos. dan Hum., vol. 2, no. 11, pp. 632–637, 2024.
[14] M. Farhan, P. A. Wardani, M. Rahmanita, and Z. K. P. N. Santoso, “Pelestarian Seni Bela Diri Tradisional Melalui Pengembangan Pariwisata: Studi pada Lembaga Pewarisan Pencak Silat di Jawa Barat,” J. Sains Terap. Pariwisata, vol. 10, no. 1, pp. 11–21, 2025.
[15] H. Wardoyo and Y. Setiakarnawijaya, “Systematic Literature Review: Research on Pencak Silat using Vos Viewers in the Scopus Database for 2018–2022,” Kinestetik J. Ilm. Pendidik. Jasm., vol. 7, no. 1, 2023.
