PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATERAPI BERNILAI EKONOMIS DI DESA KADUDODOL

Penulis

  • Abdul Aziz Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Azzahra Parisha Adha Putri Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Muhammad Oriza Dastiva Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Istiana Apriliani Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Nida Dwi Agnia Universitas Bina Bangsa Penulis

DOI:

https://doi.org/10.68321/60dqd712

Kata Kunci:

minyak jelantah; lilin aromaterapi; UMKM; limbabh rumah tangga; pemberdayaan masyarakat.

Abstrak

Minyak jelantah adalah salah satu jenis limbah rumah tangga yang bisa merusak lingkungan jika dibuang sembarangan. Tapi, jika diolah dengan benar, limbah ini bisa jadi bahan baku untuk produk yang bernilai tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan cara mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Produk ini memiliki keuntungan ekonomi dan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola limbah rumah tangga. Metode yang digunakan mencakup pengumpulan minyak jelantah, lalu menyaring dan memurnikannya. Setelah itu, minyak tersebut dicampur dengan staric acid, pewarna, dan minyak esensial untuk membuat lilin aromaterapi. Hasilnya adalah lilin yang menarik, wangi, dan memiliki kualitas bakar yang baik. Produk ini cocok digunakan di rumah atau sebagai peluang usaha kecil. Selain mengurangi pencemaran, inovasi ini mendukung daur ulang limbah, penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab, dan pengembangan kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi adalah cara yang baik untuk menjaga lingkungan dan bisa memberikan nilai ekonomi. Ini juga bisa menjadi solusi untuk pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Referensi

[1] N. I. Inayati and K. R. Dhanti, “Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi sebagai alternatif tambahan penghasilan pada anggota Aisyiyah Desa Kebanggan Kec. Sumbang,” BUDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 160–166, 2021.

[2] N. R. Kenarni, “Pemanfaatan minyak jelantah dalam pembuatan lilin aromaterapi,” Jurnal Bina Desa, vol. 4, no. 3, pp. 343–349, 2022, doi: 10.15294/jbd.v4i3.39225.

[3] M. Bachtiar, I. Irbah, D. F. Islamiah, F. R. Hafidz, M. H. Hairunnisa, M. A. Viratama, and S. Chelsabiela, “Pemanfaatan minyak jelantah untuk pembuatan lilin aromaterapi sebagai ide bisnis di Kelurahan Kedung Badak,” Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, vol. 4, no. 2, pp. 82–89, 2022.

[4] P. Viogenta, S. Sutomo, and N. Normaidah, “Pelatihan penjernihan dan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi di Guntung Paikat, Banjarbaru Selatan, Kalimantan Selatan,” Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul), vol. 2, no. 3, pp. 452–457, 2023.

[5] Y. Purwaningsih, N. Elisa, E. N. Anggraeni, and F. X. S. W. Sulistyanto, “Lilin aromaterapi hasil penjernihan minyak jelantah di Desa Karangaji, Kedung, Jepara, Jawa Tengah,” Jurnal DiMas (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat), vol. 5, no. 1, 2023.

[6] R. S. Harjanti, Hartini, D. Puspasari, and F. N. Sukmawati, “Pembuatan lilin aromaterapi dari mijel (minyak jelantah) sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan,” Jurnal Abdimas Lamin, vol. 1, no. 2, pp. 181–190, 2023.

[7] H. Juwono, R. F. Naryani, A. A. Anoga, C. Mahardika, M. R. N. Fauzy, I. A. Mardiana, E. Emalia,

N. Hosiana, and S. R. Wicaksono, “Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Kelurahan Klaten Jawa Tengah,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, vol. 2, no. 2, pp. 330–335, 2024, doi: 10.59837/jpmba.v2i2.817.

[8] S. Kotijah, A. E. P. Trisnawati, C. A. Damayanti, O. Salsabila, B. S. Maharani, F. Ardiani, A. N. Tasya, and T. M. Fahrudin, “Pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di SMA Islam Al Azhaar Tulungagung,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, vol. 2, no. 7, pp. 2979–2987, 2024, doi: 10.59837/jpmba.v2i7.1383.

[9] F. R. Syahputra, S. Q. Aini, G. W. Prameswari, R. A. Putri, A. A. Safitri, M. S. Fuad, F. M. Kenia, S. A. Saputra, and Tukiman, “Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi,” Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 8, no. 2, pp. 1–7, 2024, doi: 10.32696/ajpkm.v8i2.3803.

[10] A. Azwin, S. R. Prastyaningsih, Yelmiza, and Y. D. N. Herru, “Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan alternatif pembuatan lilin aromaterapi,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, vol. 2, no. 9, 2024, doi: 10.59837/jpmba.v2i9.1608.

[11] N. E. Nasution, I. A. H. Lubis, N. C. Tumanggor, and K. Tanjung, “Pemanfaatan minyak jelantah dalam pembuatan lilin aromaterapi sebagai salah satu ide usaha di Desa Tanah Seribu Binjai,” PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 2, no. 3, pp. 138–144, 2024, doi: 10.47776/praxis.v2i3.812.

[12] E. Susilowati, F. Luthfiyani, H. Harywan, S. Cahyaningtyas, A. S. Gusnadi, K. Rohmansyah, E. Widyawati, L. Hidayah, N. S. Salim, and D. E. Purnomo, “Pemanfaatan minyak jelantah dalam pembuatan lilin aromaterapi,” Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 1, no. 3, 2024.

[13] D. F. Mawandri, F. Indriani, N. U. B. Barus, A. Risma, and F. Zahra, “Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku lilin aromaterapi: Upaya mengurangi limbah rumah tangga di Labuhan Ruku,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITEKES Bali, vol. 5, no. 1, 2025.

[14] S. M. M., S. D. Mulyana, H. A. Faustin, N. A. Rahmadiah, A. D. Nurlaila, and N. T. Ahmawati, “Pengelolaan limbah minyak jelantah rumah tangga menjadi lilin aromaterapi,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, vol. 4, no. 2, pp. 959–965, 2025, doi: 10.58266/jpmb.v4i2.540.

[15] H. Isma, V. Sulistiani, M. Marcelah, A. Hadyan, and P. N. Afifah, “Pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai peluang ide usaha di Perumnas Ciracas Indah Serang,” Joong-Ki: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 1, 2025, doi: 10.56799/joongki.v5i1.13093.

Diterbitkan

2026-10-01

Cara Mengutip

PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATERAPI BERNILAI EKONOMIS DI DESA KADUDODOL. (2026). Prosiding Senapas, 1(1), 85-92. https://doi.org/10.68321/60dqd712

Artikel Serupa

1-10 dari 114

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.