Digitalisasi Layanan POSBINDU PTM dalam Pencegahan Stunting melalui Sistem Informasi SIGAP STUNTING di Desa Cikande, Kabupaten Tangerang

Penulis

  • Sri Wahyuni Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Siti Anggun Hidayat Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Muhamad Kusyanto3 Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Aditya Maulana Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Yohanes Oky Riyando Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Salsabila Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Elva Nia Rahayu Universitas Bina Bangsa Penulis

DOI:

https://doi.org/10.68321/m7s60r10

Kata Kunci:

kesehatan digital; POSBINDU PTM; pencegahan stunting; SIGAP STUNTING; sistem informasi desa; pemberdayaan masyarakat

Abstrak

Pencegahan stunting memerlukan layanan masyarakat yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berbasis data, terutama untuk mengidentifikasi faktor risiko gizi dan keluarga secara dini pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Di Desa Cikande, Kabupaten Tangerang, pencatatan dan pelaporan layanan kesehatan masyarakat masih perlu diperkuat agar informasi dapat dimanfaatkan secara cepat untuk tindak lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan digitalisasi layanan POSBINDU PTM dan mengintegrasikan pemantauan kesehatan masyarakat melalui SIGAP STUNTING, yaitu sistem informasi tingkat desa yang dirancang untuk mendukung pencatatan data, pemantauan, edukasi, dan tindak lanjut keluarga berisiko stunting. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui analisis kebutuhan, pemetaan alur layanan, pengembangan/konfigurasi sistem, pelatihan kader, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Sistem dirancang untuk mendukung registrasi peserta, pencatatan antropometri dan faktor risiko PTM, identifikasi keluarga yang memerlukan perhatian, penyediaan edukasi, dokumentasi tindak lanjut, serta penyusunan laporan. Luaran kegiatan berupa alur layanan digital yang lebih terstruktur sehingga ketergantungan pada pencatatan kertas berkurang dan kader serta pemangku kepentingan desa memperoleh ringkasan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Evaluasi kuantitatif melibatkan 30 responden. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 58,7 pada pre-test menjadi 85,0 pada post-test, sedangkan tingkat penerimaan pengguna mencapai rata-rata 4,36 dari skala Likert 1–5. Model ini menegaskan bahwa POSBINDU PTM bukan intervensi langsung untuk mengobati stunting, tetapi digitalisasinya dapat memperkuat surveilans kesehatan keluarga, literasi kesehatan, serta proses rujukan dan tindak lanjut yang mendukung pencegahan stunting.

Referensi

[1] Republik Indonesia, "Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting," Jakarta, 2021.

[2] E. Rahajeng and M. Wahidin, "Evaluasi Surveilans Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Berbasis Data Kegiatan Posbindu PTM," Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, vol. 30, no. 3, pp. 241–256, 2020, doi: 10.22435/mpk.v30i3.3569.

[3] Kementerian Kesehatan RI, "Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM)," Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Jakarta, 2013.

[4] A. D. Yuliana and S. D. Sancoko, "Digitalisasi Pelayanan Pos Pembinaan Terpadu Berbasis Android Untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat," Simpatik: Jurnal Sistem Informasi dan Informatika, vol. 3, no. 2, 2023, doi: 10.31294/simpatik.v3i2.2858.

[5] A. E. Maulana Rifki, "Rancang Bangun Sistem Informasi Posbindu PTM Sebagai Monitoring Perkembangan Kesehatan Berbasis Website," Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SENATIK), vol. 6, no. 1, 2023.

[6] Kementerian Kesehatan RI, "Petunjuk Teknis Surveilans Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Berbasis Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU)," Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Jakarta.

[7] S. A. Putri, T. Kristiana, and S. Setiaji, "Pelatihan Digitalisasi Layanan Posyandu dengan SehatLink untuk Pemantauan Kesehatan Keluarga Kelurahan Ragunan," Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, vol. 7, no. 2, 2025, doi: 10.33480/abdimas.v7i2.7525.

[8] A. L. Rahmiyati, Susilowati, D. Akmal, and D. Marlina, "Penerapan Sistem Informasi Manajemen Posyandu Berbasis Digital untuk Mendukung Kabupaten Bandung Barat Menuju Zero New Stunting," Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara, 2025.

[9] F. Dawati, R. Nasution, and H. Lubis, "Pengembangan Website dan Aplikasi Sistem Informasi Desa dalam Meningkatkan Pelayanan Publik," DINAMISIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 7, no. 3, pp. 624–635, 2023.

[10] N. A. Mayasiana, S. Hidayat, A. R. Putra, and M. S. Pratama, "Digitalisasi Pelayanan Administrasi Kependudukan dalam Mewujudkan Smart Village," Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), vol. 5, no. 4, pp. 5766–5774, 2024.

[11] M. A. Chamida, A. Susanto, and A. Latubessy, "Analisa User Acceptance Testing terhadap Sistem Informasi Pengelolaan Bedah Rumah di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jepara," Indonesian Journal of Technology, Informatics and Science, vol. 3, no. 1, pp. 36–41, 2021.

[12] S. Herlina et al., "Implementation of Digital Precision Health Monitoring and Local Food Innovation for Stunting and Hypertension Prevention," Soeropati, 2026.

Diterbitkan

2026-10-06

Cara Mengutip

Digitalisasi Layanan POSBINDU PTM dalam Pencegahan Stunting melalui Sistem Informasi SIGAP STUNTING di Desa Cikande, Kabupaten Tangerang. (2026). Prosiding Senapas, 1(1), 424-429. https://doi.org/10.68321/m7s60r10

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1-10 dari 124

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.