ANALISIS FUNGSI PENGORGANISASIAN DALAM MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH GUBUG
Keywords:
fungsi pengorganisasian, manajemen pelayanan kesehatan, rumah sakitAbstract
Manajemen pelayanan kesehatan di rumah sakit memegang peranan penting dalam menjamin mutu pelayanan kepada pasien. Salah satu fungsi manajemen yang berpengaruh besar terhadap efektivitas pelayanan adalah fungsi pengorganisasian, yang mencakup pembagian tugas, pendelegasian wewenang, koordinasi, dan manajemen waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi pengorganisasian dalam manajemen pelayanan kesehatan di RSU PKU Muhammadiyah Gubug. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepada tenaga kesehatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pengorganisasian secara umum berada pada kategori cukup baik. Pembagian tugas dan pendelegasian wewenang telah dilaksanakan, namun masih terdapat kendala pada aspek koordinasi dan manajemen waktu, terutama pada kondisi beban kerja yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi pengorganisasian telah berjalan, tetapi masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas manajemen dan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.
References
Abu, Narbuko Cholid. (2013). Metodelogi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara
Aini, A. N., & Mahardayani, I. H. (2011). Hubungan antara Kontrol Diri dengan Prokrastinasi dalam Menyelesaikan Skripsi pada Mahasiswa Universitas Muria Kudus. Jurnal Psikologi Pitutur, 1(2), 65–71.
Anwar kurniadi. (2013). Manajemen Keperawatan dan Prospeknya, Teori, Konsep dan Aplikasi, Edisi 1, FKUI, Jakarta.
Arisman. (2011). Pencegahan Komplikasi pada DM. 1–11.
Asmuji. (2014). Manajemen Keperawatan : Konsep dan Aplikasi. Jogjakarta: Ar Ruzz Media.
Agustine, U., Yetti, K., & Hariyati, R. T. S. (2018). Hubungan penerapan struktur organisasi dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSU Bhakti Yudha Baru Depok.
Aini, A. N., & Mahardayani, I. H. (2011). Hubungan antara Kontrol Diri dengan Prokrastinasi dalam Menyelesaikan Skripsi pada Mahasiswa Universitas Muria Kudus. Jurnal Psikologi Pitutur, 1(2), 65–71.
Arisman. (2011). Pencegahan Komplikasi Pada DM. 1–11.
Budi, I. S., Damayanti, N. A., & Wulandari, R. D. (2012). Kontribusi Koordinasi terhadap Penemuan Suspek Tuberkulosis Paru di Kabupaten Madiun. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (JMPK), 15(01), 7–11.
Chrismilasari, & Andi, L. (2018). Ruangan Di Rumah Sakit Banjarmasin. Jurnal Keperawatan Suaka Insan, 3(2), 1–8.
Goyena. (2019). Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruang dengan Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Pasien Penyakit Menular di SMC Telogorejo. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Goyena, R., & Fallis, A. . (2019). Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perawat dalam Penerapan Proses Keperawatan di RSUD Toto Kabupaten Bone Bolango. Journal of Chemical Information and Modeling, 53
Hakim, L., & Pudjirahardjo, W. J. (2014). Optimalisasi Proses Koordinasi Program Keselamatan Pasien (Patient Safety) Di Rumah Sakit X Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 2(3), 198–208.
Hakim, N. R. (2018). Hubungan Manajemen Waktu Dengan Kebiasaan Prokrastinasi Penyusunan Skripsi Mahasiswa Keperawatan Angkatan VIII STIKES Bina Usada Bali. Widyadari: Jurnal Pendidikan, 05
Hidayah, N. (2014). Manajemen Model Asuhan Keperawatan Profesional Tim dalam Peningkatan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit. VII(2).
Inayah, I., Keliat, B. A., & Gayatri, D. (2011). Motivasi Kerja Meningkatkan Manajemen Waktu Perawat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 14(2), 89–94
Jayanti, R. (2018). Pentingnya Perencanaan dalam Manajemen Keperawatan di Rumah Sakit. Journal of Medicine and Life, 5, 1–11.
Julianto, M. (2014). Peran dan fungsi Manajemen Keperawatan dalam Manajemen Konflik. Fatmawati Hospital Journal, 1–7.
Kemenkes RI. (2010). Klasifikasi Rumah Sakit. 116.
Kurniawan, H., Dwiantoro, L., & Sulisno, M. (2020). Implementasi Koordinasi Perawatan Pasien Perioperatif Oleh the Implementation of Perioperative Patient Care Coordination By Nurses. 10(2), 1–12.
Mahiri, E. A. (2016). Pengaruh Pendelegasian Wewenang Dan Komitmen Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka. MAKSI Jurnal Ilmiah Manajemen & Akuntansi
Manda. (2016). Fungsi Pengorganisasian dan Evaluasi Peserta Didik. Journal Of Islamic Education Management, 1(1), 89–101.
Maulida, Hermansyah, & Mudatsir. (2013). Komunikasi Dan Koordinasi Kader Dengan Pelaksanaan Posbindu Lansia The Relation Between Cadres ’ Communication And Coordination With The Implementation Of Integrated Coaching Post. Jurnal Ilmu Keperawatan, 194–208.
Mendrofa, Y. (2018). Pengaruh Pendelegasian Wewenang terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Kantor Camat Gunungsitoli Kota Gunungsitoli. Pengaruh Pendelegasian Wewenang Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai, 4, 59–65
Mirwan, M. (2013). Optimalisasi Koordinasi Pemerintahan Tingkat Kecamatan Di Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara. EJournal Administrasi Negara, 1(2), 611–624.
Mugiati, S. (2016). Manajemen dan Kepemimpinan dalam Praktek Keperawatan. 200.
Oktarina, C. D., & Yusrizal. (2017). Koordinasi Dan Hubungan Kerja Tenaga Kependidikan Dalam Pengelolaan Administrasi Akademik Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh. Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah, 5(4), 241–247.
Pangemanan, E., Robot, F., & Hamel, R. (2014). Hubungan Manajemen Waktu dengan Produktivitas Kerja Perawat Pelaksana diI IRINA A RSUP Prof. Dr.
R. D. KANDOU MANADO. Jurnal Keperawatan UNSRAT, 2
Pohan, V. Y., Gayatri, D., & Hidayati, E. (2018). Pengalaman Perawat Kepala Ruang Tentang Pelaksanaan Model Delegasi Keperawatan ’Relactor’ (MDK’R’)
Prabu, A. (2015). Pengaruh Motivasi terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Kabupaten muara Enim. Jurnal Manajemen Sriwijaya, 3(6), 1–25.
Pratiwi, A. (2016). Analisis Perbedaan Kepuasaan Pasien Terhadap Asuhan
Keperawatan Antara Metode Fungsional dan Alokasi Pasien di Rumah Sakit Islam Surakarta. Berita Ilmu Keperawatan, 2(2), 57–62.
Rakhmawati. (2017). Metode Penugasan tim dalam Asuhan Keperawatan. 1–9.
Suhartono, J. F., & Sawitri, H. S. R. (2017). Pengaruh reward, insentif, pembagian tugas dan pengembangan karier pada kepuasan kerja perawat di rumah sakit ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.
Sulistini, R., Yetti, K., & Hariyati, R. T. S. (2012). Faktor Faktor yang Mempengaruhi Fatigue Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Indonesia, 15(2), 75–82.
Sumitro, S. (2019). Keuntungan Dan Kelemahan Dari Setiap Jenis Struktur Organisasi.
Supriatna, S., & Desrianty, A. (2014). Usulan Strategi Peningkatan Performansi Kerja Perawat Berdasarkan Faktor Pemicu Stres dengan Menggunakan Dimensi Greenberg. 02(01), 68–77.
Sutarih, A. (2018). Sinkronisasi Pengaturan Pelimpahan Wewenang Tindakan Medis Kepada Perawat Untuk Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit. HERMENEUTIKA : Jurnal Ilmu Hukum, 2(1), 1–64. https://doi.org/10.33603/hermeneutika.v2i1.1112
Verawati, Erwin, & Novayelinda, R. (2014). Hubungan fungsi pengorganisasian kepala ruangan terhadap tingkat kepuasan kerja perawat pelaksana. Jurnal Universitas Riau, 1–9.
Wahyuningsih, A., & Yusiana, M. A. (2016). Persepsi perawat tentang pendelegasian tugas kepala ruang mempengaruhi tingkat kepuasan kerja perawat. Jurnal STIKES, 9(2), 72–81.
Yusuf, M. (2013). Hubungan Manajemen Waktu Perawat Pelaksana Dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap Kelas Iii Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Tahun 2013. Jurnal Ilmu Keperawatan, 1.