DUCK SYNDROME PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI EFEK STRES BELAJAR DI MASA-MASA UJIAN
DOI:
https://doi.org/10.68321/0khyaj38Keywords:
Alat Kontrasepsi dalam Rahim; paritas; pendidikan; umurAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh stres belajar terhadap kecenderungan duck syndrome pada mahasiswa di masa-masa ujian. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 232 mahasiswa dengan tingkat stres belajar yang telah diseleksi, yaitu tingkat stres belajar sedang, tinggi dan sangat tinggi. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengukuran terhadap tingkat stres belajar menggunakan skala stres belajar. Mahasiswa dengan tingkat stres belajar yang sesuai kriteria kemudian di berikan skala kecenderungan duck syndrome. Analisis data menggunakan uji deskriptif untuk melihat sebaran data dan uji beda oneway anova untuk melihat perbedaan tingkat kecenderungan duck syndrome pada setiap tingkatan stres belajar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rata-rata skor kecenderungan duck syndrome semakin meningkat seiring dengan tingginya tingkat stres belajar pada mahasiswa. Perbedaan skor kecenderungan duck syndrome di setiap tingkatan stres belajar adalah signifikan dengan nilai F = 16,570 dan sig = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tingkat stres belajar terhadap kecenderungan duck syndrome pada mahasiswa di masa-masa ujian. Semakin tinggi tingkat stres belajar yang dialami oleh mahasiswa menandakan semakin tinggi tingkat kecenderungan duck
References
Andayani, P., & Sudibyo, S. (2022). Stres akademik dan pengaruhnya pada regulasi emosi mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(1), 45-57.
Brown, A., & Patel, R. (2021). The role of social media in duck syndrome among university students. Social Psychology of Education, 19(1), 45-60.
Creswell, J. W. (2016). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar.
Garcia, T., & Chan, M. (2022). Coping mechanisms in college students with duck syndrome. Journal of Adolescent Psychology, 21(2), 67-79.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Haryanto, D. (2020). Peran dukungan sosial dalam mengatasi kecemasan akademik pada mahasiswa. Jurnal Kesehatan Mental, 12(2), 123-135.
Huang, Y., & Nguyen, D. (2020). Duck syndrome and its impact on academic performance. Journal of Educational Psychology, 15(4), 210-224.
Kim, S., & Park, L. (2019). Recognizing duck syndrome symptoms for early mental health interventions. Journal of College Counseling, 12(3), 155-168.
Nuraini, S. (2023). Budaya performa dan kompetisi dalam pendidikan: Dampaknya terhadap kesehatan mental mahasiswa. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 18(3), 78-91.
Pratiwi, L., & Widodo, W. (2023). Fenomena duck syndrome di kalangan mahasiswa: Sebuah tinjauan psikologis. Jurnal Psikologi Klinis, 10(4), 98-112.
Sari, M. (2022). Stres pada mahasiswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Psikologi Terapan, 14(2), 87-99.
Simatupang, A. (2021). Duck syndrome pada mahasiswa: Tantangan dalam mengelola stres akademik. Jurnal Psikologi, 9(3), 145-157.
Smith, J., & Lee, R. (2023). Duck syndrome: A hidden struggle in the student population. Journal of Student Mental Health, 14(3), 127-142.
Yulianto, R., & Handayani, T. (2021). Citra diri dan dampaknya terhadap pencapaian akademik mahasiswa. Jurnal Pengembangan Pendidikan, 11(2), 112-126.