Pencegahan Bullying Melalui Sosialisasi STOP Bullying pada Siswa SDN Teras Bendung 2 Kabupaten Serang

Penulis

  • Sefti Sulistia Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Febrina Nugrahini Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Yosni Aulia Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Siti Rara Sahriani Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Putri Diyanti Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Indi Nazwa Sa’adah Universitas Bina Bangsa Penulis
  • M. Ibrahim Akbar Universitas Bina Bangsa Penulis

DOI:

https://doi.org/10.68321/ybk2j897

Kata Kunci:

bullying, sekolah dasar, sosialisasi, pendidikan karakter, pengabdian kepada masyarakat.

Abstrak

Latar Belakang : Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang terhadap individu yang lebih lemah sehingga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, dan proses belajar siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bullying menyebabkan perilaku tersebut sering dianggap sebagai bentuk candaan sehingga diperlukan edukasi sejak usia dini. Tujuan : Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bullying serta upaya pencegahannya melalui program sosialisasi "STOP Bullying" di SD Negeri Teras Bendung 2, Desa Kamaruton, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang. Metode : Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penyampaian materi menggunakan media presentasi bergambar. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, penyebab, jenis-jenis bullying, dampak bullying, tanda-tanda korban bullying, cara pencegahan, serta peran guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi siswa dan tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil : menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi berbagai bentuk bullying, memahami dampak negatif bullying, serta menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menghargai teman, tidak melakukan perundungan, dan berani melaporkan tindakan bullying kepada guru. Kesimpulan : Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Oleh karena itu, sosialisasi anti-bullying perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah dasar.

Referensi

[1] V. D. W. B, Anti-bullying Programs in Indonesia : An Integrative Review of Elementary Schools. Atlantis Press SARL, 2023. doi: 10.2991/978-2-38476-008-4.

[2] B. Saptono, “Jurnal Prima Edukasia , 10 ( 2 ), 187-193 How Does Bullying Happen in Elementary School ?,” vol. 10, no. 1, pp. 187–193, 2022.

[3] F. T. Dewi, A. Apriani, A. A. Sudaryanti, D. P. Rahayu, M. Azman, and N. Putri, “Edukasi Anti Bullying bagi Siswa di Sekolah Dasar,” vol. 6, no. 2, pp. 145–154, 2024.

[4] T. Maulida, N. Ahmad, and R. Alam, “The School Strategies in Implementing Anti-Bullying Education and Student Protection ( A Case Study at SD 001 Rantau Rokan Hilir ),” vol. 13, pp. 1–19, 2025.

[5] D. A. E. Van Aalst, G. Huitsing, and R. Veenstra, “A Systematic Review on Primary School Teachers ’ Characteristics and Behaviors in Identifying , Preventing , and Reducing Bullying,” Int. J. Bullying Prev., vol. 6, no. 2, pp. 124–137, 2024, doi: 10.1007/s42380-022-00145-7.

Diterbitkan

2026-10-06

Cara Mengutip

Pencegahan Bullying Melalui Sosialisasi STOP Bullying pada Siswa SDN Teras Bendung 2 Kabupaten Serang. (2026). Prosiding Senapas, 1(1), 343-347. https://doi.org/10.68321/ybk2j897

Artikel Serupa

1-10 dari 125

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.