PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DI DESA PELAWAD
DOI:
https://doi.org/10.68321/wrf9m855Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Lingkungan Bersih, Lingkungan Sehat, Pencegahan Penyakit, Pemilahan SampahAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Pelawad, khususnya ibu rumah tangga dan anak-anak, mengenai pentingnya kebersihan diri, kebersihan rumah, dan pemilahan sampah rumah tangga sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga serta kebiasaan hidup bersih dan sehat yang belum diterapkan secara konsisten. Program ini dilaksanakan menggunakan metode aksi partisipatif yang melibatkan 30 peserta, terdiri dari 23 ibu-ibu, 7 bapak-bapak, dan 20 mahasiswa KKM kelompok 23 Pelawad. Metode yang digunakan dalam kegiatan sosialiasi yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Narasumber merupakan dosen Universitas Bina Bangsa yang berlatar pada ranah kesehatan. Materi edukasi disampaikan melalui pendekatan komunikatif yang mencakup tiga pilar utama: kebersihan diri (hygiene), sanitasi tempat tinggal, dan teknik pemilahan sampah dapur dengan sistem tiga warna (organik, anorganik/plastik, dan B3). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan partisipasi aktif warga dalam memilah sampah langsung dari sumbernya serta menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga. Kesimpulannya, program pemberdayaan masyarakat ini berhasil menumbuhkan norma sosial positif dan kebiasaan hidup sehat secara mandiri, yang berdampak pada penurunan risiko penularan penyakit berbasis lingkungan di Desa Pelawad.
References
[1] S. Suhardono, “Gambaran perilaku tentang penanggulangan kejadian penyakit menular di wilayah yang berpotensi kekeringan.,” J. Stud. Keperawatan, vol. 5, no. 2, pp. 10–14, 2024, doi: 10.31983/j-sikep.v5i2.12157.
[2] A. H. Kusuma and N. Suryani, “Hubungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Terhadap Kejadian Diare pada Balita,” J. Kesehat. Lingkung. Indones., vol. 22, no. 2, pp. 112–119, 2023, doi: 10.14710/jkli.22.2.112-119.
[3] N. Rahmi and Suwandi, “Upaya Membangun Kesadaran Masyarakat Untuk Memelihara Kebersihan Lingkungan Guna Mewujudkan Lingkungan Yang Lebih Sehat Di Karawang,” J. Intelek dan Cendikiawan Nusant., vol. 2, no. 3, pp. 2751–2757, 2025, [Online]. Available: https://jicnusantara.com/index.php/jicn
[4] A. Rahman and A. Fitriani, “Hubungan Pengetahuan Kebersihan Rumah Tangga Dengan Risiko Penularan Demam Berdarah Dengue (DBD),” J. Epidemiol. Kesehat. Komunitas, vol. 5, no. 1, pp. 50–58, 2020, doi: 10.14710/jekk.v5i1.6120.
[5] A. Saputra and S. Wibowo, “Intervensi Komunitas Berbasis Pemberdayaan Warga dalam Mewujudkan Lingkungan Bebas Sampah Liar. Jurnal Pengabdian Sosial dan Lingkungan”, doi: https://doi.org/10.25077/jpsl.v5i2.412.
[6] A. Fitri, M. J. Wiratama, D. Azka, and G. Harbiyah, “Gerakan Pilah Sampah dari Rumah: Edukasi dan Penerapan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Wirausaha Masyarakat,” J. Med. Med., vol. 4, no. 3, pp. 678–683, 2025, [Online]. Available: https://jmedika.com/index.php/medika/article/view/276
[7] I. Firdaus, Marni, and D. R. F. Fatikasari, “POLA HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KESEHATA,” vol. 2, no. 1, pp. 25–30, 2024.
[8] R. K. Dewi and I. Setiawan, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Kebiasaan Membuang Sampah Pada Tempatnya di Pedesaan,” J. Perilaku dan Sanitasi Lingkung., vol. 2, no. 1, pp. 34–42, 2020, doi: 10.20473/jpsl.v2i1.19832.
[9] K. Cristina, M. C. Hadi, and I. M. B. Mahayana, “Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat Dalam Pemilahan Sampah Rumah Tangga Di Desa Gunaksa Klungkung,” J. Kesehat. Lingkung., vol. 13, no. 1, pp. 43–52, 2023.
[10] et al Harianja, “Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan.,” Sanitasi J. Kesehat. Lingkung., vol. 15, no. 2, pp. 89–96, 2022, [Online]. Available: http://journalsanitasi.keslingjogja.net/index.php/sanitasi/article/view/27/51
[11] E. Wulandari and A. Febriani, “Peran Kader Kesehatan Dalam Peningkatan Partisipasi Masyarakat Memilah Sampah Rumah Tangga,” J. Komunitas Kesehat., vol. 8, no. 2, pp. 143–150, 2022, doi: 10.35654/ijhk.v8i2.562.
[12] R. A. Siregar and T. Handayani, “Strategi Komunikasi Edukatif Dalam Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan di Lingkungan Pemukiman Padat,” J. Ilmu Kesehat. Masy., vol. 13, no. 1, pp. 78–86, 2022, doi: 10.26553/jikm.2022.13.1.78-86.
[13] R. M. Fatriani et al., “Edukasi Pembentukan
Bank Sampah Pada Masyarakat Di Desa Simbur Naik Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi,” J. Hum. Educ., vol. 4, no. 6, pp. 652–657, 2024, doi: 10.31004/jh.v4i6.1891.
[14] D. S. Nugroho and M. Safitri, “Dampak Pengelolaan Sampah Mandiri Tingkat RT Terhadap Penurunan Vektor Penyakit Lingkungan,” J. Sanitasi Lingkung., vol. 11, no. 2, pp. 95–103, 2021, doi: 10.36566/jsl.v11i2.189.
[15] R. Indrawati and C. Wijaya, “Pengaruh Penyuluhan Pengolahan Sampah Berbasis 3R Terhadap Partisipasi Ibu Rumah Tangga,” J. Kesehat. dan Kebersihan, vol. 7, no. 1, pp. 12–20, 2020, doi: 10.31227/osf.io/jkk20.
