URGENSI KEAMANAN SIBER: ANALISIS LITERASI DIGITAL DALAM MEMBENTENGI AKUN DIGITAL DARI ANCAMAN SOCIAL ENGINEERING
DOI:
https://doi.org/10.68321/7mjsq605Kata Kunci:
Literasi Digital; Keamanan Akun; Kejahatan Siber; Phishing; Autentikasi MultifaktorAbstrak
Literasi digital dan keamanan akun merupakan elemen krusial dalam memitigasi gelombang ancaman kejahatan siber yang kian meningkat di era digital modern. Seiring dengan percepatan penetrasi internet dan adopsi layanan digital, kejahatan siber seperti phishing, rekayasa sosial (social engineering), credential stuffing, dan pengambilalihan akun (account takeover/ATO) menjadi semakin canggih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara tingkat literasi digital masyarakat dan kerentanan terhadap serangan siber, serta mengevaluasi strategi mitigasi proaktif untuk mengamankan akun digital. Menggunakan metode tinjauan pustaka deskriptif-analitis dan analisis data empiris dari laporan keamanan siber, hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital secara signifikan meningkatkan kerentanan pengguna terhadap taktik penipuan rekayasa sosial. Selain itu, manajemen kata sandi yang lemah dan ketiadaan autentikasi multifaktor (MFA) tetap menjadi vektor utama terjadinya pembobolan keamanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi literasi digital yang komprehensif di sektor formal maupun informal, disertai penerapan wajib autentikasi multifaktor dan analisis perilaku untuk melindungi akun pribadi maupun organisasi dari ancaman siber yang berkembang.
Referensi
[1] W. Oktapiyadi, E. Saepudin, and A. Yanto, “HUBUNGAN LITERASI DIGITAL DENGAN PERILAKU,” vol. 5, pp. 164–180, 2024, doi: 10.24036/ib.v5i2.464.
[2] C. Ciuchi, “Operationalizing the Cyber Threat Landscape : Key Considerations and Challenges in Developing a Specific Organizational Program,” vol. XI, pp. 61–68, 2024.
[3] D. Fata, “Analisis Keamanan Informasi Pengguna Media Sosial,” vol. 2, no. 1, pp. 21–28, 2021.
[4] A. Myrsalieva, E. Abdrakhmanova, and M. Moldomyrzaev, The Role of Cyberattacks in Political and Economic Stability : Transforming National and International Approaches, no. 2. 2026.
[5] K. Labunets and R. Pouw, “Department of Information and Computing Science Human Computer Interaction master thesis More Factors , More Problems : Multi-Factor Authentication Usability in Educational Institutions First supervisor : Jan van Acken Second supervisor : Eelco Herder Candidate : Internship supervisor :,” 2026.
[6] K. Khadka, “Forecasting Risks, Challenges, and Innovations: A Cybersecurity Perspective”.
[7] D. Bagi, P. Dan, A. Di, K. Komunikasi, and D. A. N. Digital, “Peran kepemimpinan meutya hafid dalam mendorong kebijakan perlindungan digital bagi perempuan dan anak di kementerian komunikasi dan digital (2024 – 2026),” vol. 12, no. 2, 2026.
[8] S. W. Dananjoyo, Y. P. Widhoyoko, and W. L. Mahadewa, “l i t e r a s i d i g i t a l d i k a l a ng a n m a s y a r a k a t p e d e s a a n : u pa y a m e n n i n gk a t k a n k e s ad a r a n,” vol. 1, no. 2, pp. 1–9, 2022.
[9] R. Hidayat and N. Anwar, “Forensic Analysis Of Web Phishing And Social Engineering Using The National Institute Of Standards And Technology Method Case Study,” vol. 1, pp. 12–25, 2024, doi: 10.29121/DigiSecForensics.v1.i1.202.
[10] R. Wijaya, D. Juardi, and T. Timur, “Edukasi masyarakat tentang keamanan siber dalam tantangan dan solusi di era digital,” vol. 14, no. 1, pp. 298–305.
[11] N. A. Istiqomah and N. A. Lorenza, “Pustakaloka The Impact Of Digital Literacy On Phishing Prevention Behaviour : A Literature Review,” vol. 17, no. 2, pp. 102–125, 2025, doi: 10.21154/pustakaloka.v17i2.10495.
[12] E. Sutrisna et al., “No Title,” vol. 2, no. 1, pp. 131–138, 2026.
[13] M. Schmitt and I. Flechais, “Digital deception : generative artificial intelligence in social engineering and phishing,” 2024.
[14] C. Inertia, “CYBERSECURITY INERTIA AND SOCIAL ENGINEERING :,” vol. 20, no. 3, pp. 139–150, 2019.
[15] D. Novita and A. Herwanto, “Cyber Security and Network Management A Social Engineering Mitigation Model Based on Digital Se- curity Literacy for Social Media Users in Indonesia,” 2026.
[16] D. Chapagain, “SEAtech : Deception Techniques in Social Engineering Attacks : An Analysis of Emerging Trends and Countermeasures,” pp. 1–10.
[17] M. K. Nazri, M. Irwan, and P. Nasution, “Tinjauan Keamanan Data Terhadap Fenomena Kejahatan Social Engineering Pada Pengguna Platform Pembayaran Digital Di Indonesia,” pp. 287–299, 2026.
[18] O. Bulatova, E. Roland, and S. Sarbash, “Europe in the World Economic System Development Of The European Security Complex In The Context Of Current Positions Of The Eu Countries,” vol. 23, no. June, pp. 0–1, 2024.
[19] N. Ramadani, D. R. Utami, M. K. A. Rosa, D. N. Sari, and Y. Juliana, “Peningkatan Literasi Digital Melalui Edukasi Keamanan Digital Dan Etika Bermedia Sosial,” vol. 7, pp. 21–25, 2026.
[20] P. K. Sari et al., “Evaluating AI-Based Learning Platform to Increase Cybersecurity Awareness : Case Study of Indonesian Students,” vol. 15, no. 9, pp. 1971–1981, 2025.
