Generasi Resilien: Edukasi Pencegahan Kenakalan Remaja Pada Siswa SMPN 3 Baros

Penulis

  • Nurmala Fauzi Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Nadiah Miftahul R Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Meylani Wulandari Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Dewi Robiatun M Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Dittekasi Jabang S Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Chairil Septa M Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Anggi Agiesta6 Universitas Bina Bangsa Penulis
  • Rahmasari Universitas Bina Bangsa Penulis

DOI:

https://doi.org/10.68321/jcc0wv03

Kata Kunci:

kenakalan remaja; edukasi preventif; resiliensi remaja; pengabdian masyarakat; SMPN 3 Baros

Abstrak

Kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, merokok, tawuran, dan bullying masih banyak ditemukan di lingkungan pendidikan, termasuk di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Rendahnya pemahaman remaja mengenai konsekuensi perilaku menyimpang serta lemahnya keterampilan menolak tekanan teman sebaya memperbesar risiko keterlibatan remaja dalam kenakalan tersebut. Program pengabdian “Generasi Resilien” dilaksanakan oleh Mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Tahun 2026 sebagai upaya preventif melalui edukasi kepada siswa kelas VII SMPN 3 Baros. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, dengan sasaran 65 siswa, menggunakan media PPT, video edukasi, ceramah, dan diskusi, yang efektivitasnya diukur melalui pre-test/post-test dan skala sikap. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai bahaya narkoba, merokok, dan tawuran, meningkatnya niat menolak ajakan narkoba dan pergaulan bebas, serta peningkatan keterampilan hidup berupa berpikir kritis dan menolak tekanan teman sebaya. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan memperkuat resiliensi dan kesehatan mental remaja dalam menghadapi stres, kecemasan, dan tekanan sosial.

Referensi

[1] N. Unayah and M. Sabarisman, “Fenomena kenakalan remaja dan kriminalitas,” Sosio Informa, vol. 1, no. 2, pp. 121–140, 2015.

[2] Badan Narkotika Nasional, “Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda dan pelajar,” 2019. [Online]. Available: https://sumbawabaratkab.bnn.go.id/bahaya-penyalahgunaan-narkoba-bagi-generasi-muda-dan-pelajar/

[3] A. Kusnan, A. Eso, A. Asriati, L. O. Alifariki, and R. Ruslan, “Penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya narkotika,” Holistik J. Kesehatan, vol. 14, no. 2, 2020.

[4] M. R. Marcello and Z. Hasan, “Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja:

Strategi edukasi, pengawasan, dan dukungan,” J. Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, vol. 3, no. 4, pp. 282–293, 2024.

[5] S. Yuliani, H. Umam, R. Firmansyah, S. Suhaimi, H. Amin, V. Vera, and C. Oktaviani, “Preventif kenakalan remaja: Optimalisasi penyuluhan hukum berbasis isu bullying, pergaulan bebas, dan narkoba pada pelajar siswa SLTA di Kota Pontianak,” J. Nusantara Berbakti, vol. 4, no. 2, pp. 116–127, 2026.

[6] A. Munawar, L. Y. Rahmathoni, M. A. Sariati, N. Jannah, R. Inayati, and M. F. Adhani,

“Penyuluhan hukum dalam upaya pencegahan bullying di SMA Muhammadiyah Karang Intan Kabupaten Banjar,” J. Pengabdian Al-Ikhlas, vol. 10, no. 3, pp. 379–390, 2024.

[7] F. A. Pratarti, W. Wahab, and S. Kurniawan, “Pencegahan kenakalan remaja melalui pembelajaran PAI berbasis refleksi moral di lingkungan sekolah,” J. Dinamika Pendidikan Nusantara, vol. 6, no. 1, p. 205, 2025.

[8] V. S. S. Sitio et al., “Edukasi dan pendampingan terpadu untuk kesadaran dan pencegahan kenakalan remaja, anti perundungan, dan kesehatan reproduksi di lingkungan SMA Negeri 9 Jakarta,” J. Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan, vol. 3, no. 1, p. 154, 2025.

[9] Universitas Gadjah Mada, “Hasil survei I-NAMHS: Satu dari tiga remaja Indonesia miliki masalah kesehatan mental,” 2023. [Online]. Available: https://ugm.ac.id/en/news/23169-burden-of-adolescent-mental-disorders-in-indonesia-results-from-indonesia-s-first-national-mental-health-survey/

[10] S. Maesaroh, E. Sunarti, and I. Muflikhati, “Ancaman, faktor protektif, dan resiliensi remaja di Kota Bogor,” J. Ilmu Keluarga dan Konsumen, vol. 12, no. 1, pp. 63–74, 2019.

[11] R. A. Atika, S. Safirza, E. Elmiyati, A. K. Riezky, K. Pratama, S. N. Andriaty, and P. Raisah, “Deteksi dini dan edukasi sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan mental pada remaja,” Surya Abdimas, vol. 8, no. 1, pp. 73–79, 2024.

[12] N. Mawaddah and A. Prastya, “Upaya peningkatan kesehatan mental remaja melalui stimulasi perkembangan psikososial pada remaja,” Dedikasi Saintek: J. Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 2, pp. 115–125, 2023.

[13] K. H. Lee, J. H. Yoo, J. Lee, S. H. Kim, J. Y. Han, S.-B. Hong, J. Shin, S.-C. Cho, J.-W. Kim, and D. A. Brent, “The indirect effect of peer problems on adolescent depression through nucleus accumbens volume alteration,” Sci. Rep., vol. 10, no. 1, Art. no. 1, 2020.

[14] F. Rahman, P. M. Anjani, and A. F. Maulana, “Dampak pembelajaran daring terhadap kesehatan mental siswa SMA selama pandemi COVID-19,” J. Pendidikan dan Psikologi, vol. 18, no. 2, pp. 165–178, 2022.

[15] J. W. Santrock, Adolescence, 17th ed. New York, NY, USA: McGraw-Hill Education, 2021.

Diterbitkan

2026-10-08

Cara Mengutip

Generasi Resilien: Edukasi Pencegahan Kenakalan Remaja Pada Siswa SMPN 3 Baros. (2026). Prosiding Senapas, 1(1), 450-453. https://doi.org/10.68321/jcc0wv03

Artikel Serupa

1-10 dari 120

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.