Literature Review mengenai Variasi Kandungan Nutrisi Jagung Lokal dan Relevansinya bagi Inovasi Pangan Fungsional
DOI:
https://doi.org/10.68321/x5xg3129Keywords:
Jagung Local Kandungan Nutrisi Pangan Fungsional Zea mays LAbstract
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama di Indonesia yang memiliki keragaman varietas lokal dengan karakteristik nutrisi yang berbeda-beda. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga mengandung protein, serat pangan, mineral, serta senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Variasi kandungan nutrisi jagung dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan tumbuh, serta proses pascapanen dan pengolahan. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji kandungan nutrisi jagung lokal serta potensinya sebagai bahan pangan fungsional berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan narrative literature review. Artikel ilmiah diperoleh dari jurnal nasional dan internasional yang bersifat open access melalui database Google Scholar dan PubMed, dengan total 13 artikel yang dianalisis sesuai kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa jagung lokal memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, disertai variasi kandungan protein, serat, dan mineral antarvarietas. Beberapa penelitian juga melaporkan adanya potensi fungsional jagung melalui kandungan serat pangan dan senyawa bioaktif yang mendukung kesehatan. Jagung lokal memiliki potensi besar sebagai sumber pangan bergizi dan bahan pangan fungsional. Diperlukan penelitian lanjutan yang lebih aplikatif untuk mendukung pemanfaatan jagung lokal dalam pengembangan produk pangan berbasis kesehatan.
References
Anisa, M., Hardia, L., & Budiyanto, A. B. (2023). Literature review: Aktivitas antioksidan ekstrak tongkol jagung (Zea mays L.). JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 1–10.
Hartawan, G., Wisaniyasa, N. W., & Wiadnyani, A. A. I. S. (2021). Pengaruh lama perkecambahan terhadap karakteristik fisik, kimia, dan fungsional tepung kecambah jagung pulut (Zea mays ceratina L.). Jurnal Teknologi dan Industri Pangan.
Ibrahim, M., Pagalla, D. B., Ahmad, A., & Febriyanti, F. (2025). Analisis proksimat jagung pulut (Zea mays L. var. Damahu) dari Desa Bontula Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman, 4(2), 45–54.
Ifie, S. E., Dangana, R. S., & Marshall, L. J. (2020). Nutritional composition of Zea mays L.: A comprehensive review. Journal of Food Science and Nutrition, 91, 103-120.
Ijarotimi, O. S. (2022). Nutritional quality, functional property and acceptability of maize-based complementary foods. Food Production, Processing and Nutrition, 4, 13.
Kandowangko, N. Y., Solang, M., Febriyanti, F., & Ahmad, A. (2025). Morphological traits and nutritional value of six local cultivars of maize (Zea mays L.) from Gorontalo, Indonesia. Biodiversitas, 26(5), 2780–2787.
Lalujan, L. E., Djarkasi, G. S. S., & Montolalu, R. I. (2017). Komposisi kimia dan gizi jagung lokal varietas Manado Kuning. Jurnal Teknologi Pertanian.
Larosta, J. T., Permana, D. G. M., & Sugitha, I. M. (2019). Pengaruh perbandingan jagung manis dan edamame terhadap karakteristik susu jagung manis edamame. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 8(4), 395–404.
Latief, M. F., Amal, I., & Aini, F. N. (2023). Perubahan nutrisi dan kualitas fisik jagung akibat pengeringan pada vertical corn dryer. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 16(2), 85–94.
Mishra, M., Sushma, & Sharma, R. (2021). Corn (Zea mays) as a nutrient source and diet: A review. Journal of Pharmaceutical Research International, 33(52B), 89–97.
Nurharyati, S., Susilawati, I., & Indriani, N. P. (2021). Pengaruh berbagai varietas jagung manis terhadap berat segar, berat kering, dan kandungan serat kasar biomassa tanaman jagung. JNTTIP, 3(3), 156–164.
Oas, S. E., & Adams, K. R. (2021). The nutritional content of five Southwestern US indigenous maize (Zea mays L.) landraces. American Antiquity, 86(2), 269–288.
Winarti, C., Widaningrum, S., Widayanti, S. M., Setyawan, N., Qanytah, J., Juniawati, E. A. S., & Widowati, S. (2021). Nutrient composition of Indonesian specialty cereals (rice, corn, and sorghum). Food Chemistry: X, 12, 100149.